Showing posts with label Sedikit ilmu yang gw punya. Show all posts
Showing posts with label Sedikit ilmu yang gw punya. Show all posts

Sunday, December 20, 2009

Turandot 3rd Aria "Nessun Dorma"

Yo bloggies!
Gila men..lama ga ngepost kayaknya..terakhir nge-post seinget gw tu gara-gara di suruh sama asisten kelas PTI..huahahahah..

Oke..gw punya beberapa hal yang pengen gw share di sini..tapi gara-gara adanya kendala -yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ujian Akhir Semester- maka gw ga bisa ngepost semuanya sekarang.

Yang pengen gw post sekarang cuman satu. Sekarang gw lagi doyan bener dengerin satu lagu yang judulnya Nessun Dorma. Pertama kali gw denger ini lagu sih dari video marching di youtube. Terus, setelah gw cari tau di mbah google, akhirnya gw tau ini lagu sebenernya tuh lagu dari Opera.

Di Wikipedia disebutin kalo Nessun Dorma itu merupakan lagu di babak terakhir dari Opera yang berjudul Turandot. Turandot sendiri bercerita tentang seorang puteri raja yang kejam yang bikin suatu sayembara cari jodoh -siapapun yang ingin nikah sama dia harus bisa jawab tiga teka-teki dari dia-. Kalo ga bisa jawab, maka orang yang udah berani maju ke sayembara itu bakal dipancung.

Nah, ternyata, ada seorang pangeran yang jatuh cinta sama si putri kejam itu. Dia bener-bener maju ke sayembara itu walaupun udah banyak orang yang memperingatkan dia. Dengan ketulusan hati dan kecerdikannya *caaahh..akhirnya si pangeran itu bisa ngejawab semua pertanyaan dari si putri kejam itu.

Si putri tentu aja ga sudi nikah sama si pangeran, karena dia ngadain sayembara itu cuman buat main2. Tau sama hal ini, si pangeran balik nantang si putri. Si pangeran bilang "kalo lo bisa tau nama gw besok pagi, lo boleh mancung kepala gw dan ga nikah sama gw..tapi..kalo ga..lo harus nikah sama gw"

Nah, lagu Nessun Dorma ini menceritakan malam ketika si putri itu berusaha keras nyari nama si pangeran. Ini nih liriknya:
Prince: Nessun dorma! Nessun dorma! Tu pure, o Principessa, nella tua fredda stanza, guardi le stelle che tremano d'amore, e di speranza!
Ma il mio mistero è chiuso in me; il nome mio nessun saprà! No, No! Sulla tua bocca lo dirò quando la luce splenderà!
Ed il mio bacio scioglierà il silenzio che ti fa mia!
Turandot:
Il nome suo nessun saprà... E noi dovrem, ahimè, morir, morir!
Prince: Dilegua, o notte! Tramontate, stelle! Tramontate, stelle! All'alba vincerò! Vincerò! Vincerò!
Translationnya kira-kira begini:
Prince: Let no one sleep!... Let no one sleep! Even you, o Princess, in your cold room, watch the stars, that tremble with love and with hope.
But my secret is hidden within me, my name no one shall know... No!...No!... On your mouth I will tell it when the light shines.
And my kiss will dissolve the silence that makes you mine!...
Turandot: No one will know his name and we must, alas, die.
Prince: Vanish, o night! Set, stars! At dawn, I will win! I will win! I will win!
Kalo masih bingung juga, terjemahan gampangnya kira-kira gini:
Pangeran: Tak boleh ada seorang pun yang tidur! Tak boleh ada seorangpun yang tidur! Termasuk kau, oh Putri, di dalam kamarmu yang sejuk, saat kau melihat bintang-bintang yang bergetar oleh cinta dan harapan.
Rahasiaku tersembunyi jauh dalam diriku, tak akan ada seorangpun yang tahu namaku..Tidak! Tidak! (Rahasiaku) Akan kuberitahu di bibirmu ketika esok datang.
Dan ciumanku akan mengenyahkan kesendirianmu dan membuatmu menjadi milikku.

Turandot:
Tak ada yang tahu namanya, tapi kita harus, atau mati.
Pangeran: Pergilah malam! Hilanglah bintang-bintang! Saat esok pagi datang menjelang Aku akan menang! menang! menang!
Itu dia lagu Nessun Dorma yang lagi sering gw dengerin. Mantap men..apalagi pas bagian reffrainnya. Dan gw paling suka versi yang dinyanyiin sama maestro tenor dari Italia, si Luciano Pavarotti. Wow, suaranya mantep banget!

Yaudah..postingan gw sampe disini dulu ah..tadinya mau posting si Nessun Dormanya aja..eh malah sampe nulis sinopsis dari si Turandot. Haha..

Ciao!*gambarnya serem parah..hahahah..

Monday, November 16, 2009

Basic Musical Theory

Aloha blogger!
Lama juga ya gw ga nge-post di blog ini. Gw lagi banyak urusan soalnya. Mulai dari kuliah sampe latihan buat ikut Grand Prix Marching Band nanti tanggal 26-27 Desember.

Well, sekarang gw pengen nge-post sesuatu yang berhubungan dengan musik. Yah, itung2 mengimplementasikan ilmu musik yang gw punya dan saling membagi ilmu buat yang ngebaca postingan ini..hehe..

Postingan ini cuman akan membahas beberapa hal dasar aja dalam musik. Yang jelas disini yang akan lo lihat adalah not balok -bukan not angka- dan yang akan gw pakai sebagai basic disini adalah teori dasar musik barat. Tapi jangan khawatir, gw akan berusaha semaksimal mungkin biar postingan ini gampang dimengerti.. :D

Yaudah kalo gitu langsung aja..

Musik barat pada dasarnya tersusun atas dua penyusun utama, yaitu melody (melodi) dan chord (akord). Nah, melodi dan akord tersebut disusun oleh notes atau not-not atau nada. Not sendiri jika dibaca akan memberi kita dua informasi. Yang pertama adalah bunyi (tinggi-rendahnya) not tersebut dan yang kedua adalah ketukan dari not tersebut.

Untuk contoh dari hal yang pertama itu gampangnya ada pada tangga nada C mayor (c-d-e-f-g-a-b-c'). Nah, dalam tangga nada tersebut kita semua pasti tau kalo nada re (d) itu berbunyi lebih tinggi dari nada do (c). Kita juga tau bahwa nada fa (f) berbunyi lebih rendah dari nada si (b) dst.

Untuk hal yang kedua akan jelas apabila kita mengetahui apa yang disebut dengan notes value atau nilai not. Untuk lebih gampangnya, bisa diliat di gambar. Gambar not yang bentuknya bulet dan kopong itu adalah gambar not penuh. Not ini bernilai penuh (whole) dan memiliki empat ketukan. Gambar not yang bentuknya bulet kopong dan ada tiangnya itu adalah not setengah. Not ini bernilai setengah (half) dan memiliki 2 ketukan. Untuk not yang gambarnya bulet item dan ada tiangnya itu merupakan not seperempat. Nilainya adalah seperempat (quarter) dan memiliki 1 ketukan. Not yang punya satu bendera itu adalah not seperdelapan, memiliki nilai seperdelapan (eighth) dan setengah ketukan. Last but not least, not yang punya dua bendera itu adalah not seperenambelas, memiliki nilai sepernenambelas ( sixteenth) dan seperempat ketukan.

Pada gambar tersebut juga bisa kita lihat tanda istirahat atau rest. Nah, tanda istirahat tersebut menunjukkan dimana kita tidak boleh memainkan nada. Untuk nilai dan ketukan dari tanda istirahat tersebut sama dengan not. Contoh: untuk tanda istirahat setengah, maka bernilai setengah (half) dan kita harus diam selama 2 ketukan.

Nah, sekarang setelah kita tau mengenai tinggi rendahnya not, nilai not, dan tanda istirahat, maka sekarang kita akan kenalan sama "rumahnya" dari not-not tersebut (staff). Bahasa Indonesianya dari staff ini adalah garis paranada dan garis paranada ini tuh berguna buat nempatin not-not supaya bisa dibaca tinggi-rendahnya. Garis paranada itu sendiri tersusun oleh 5 garis dan 4 spasi. Buat bentuk dari garis paranada ini gw yakin pasti lo semua tau lah.Tapi biar lebih jelas, nih gw kasih gambarnya.
Nah, di dalam garis paranada itu ada beberapa elemen dasar. Yang pertama itu adalah clef atau kunci. Bentuk dari clef ini sebenernya ada beberapa macam, tetapi yang umum dipake ada dua yaitu kunci G dan kunci F.

Kunci G menunjukkan bahwa bahwa nada "G" berada pada garis paranada yang sejajar dengan ujung spiral dari kunci G tersebut (pada gambar disamping berada pada garis kedua). Sementara itu, kunci F menunjukkan bahwa nada "F" berada pada garis yang terletak diantara dua titik kunci tersebut (pada gambar berada pada garis keempat)


Nah, apabila suatu paranada dimulai dengan kunci G, biasanya paranada tersebut berisi not-not yang tinggi. In contrast, apabila suatu paranada dimulai dengan kunci F, maka paranada tersebut berisi oleh not-not yang lebih rendah.

Elemen kedua yang ada dalam paranada adalah time signature atau tanda birama dalam bahasa Indonesia. Tanda birama sendiri itu sering kita liat sebagai pecahan. Bilangan yang berada di atas menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu measure (bar) atau birama dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, bilangan yang dibawah menunjukkan not yang mewakili ketukan tersebut. Pada gambar diatas dapat kita lihat ada empat tanda birama, yaitu 4/4, 2/4, 6/4, dan 6/8. Tanda birama 4/4 dapat kita artikan bahwa dalam satu birama terdapat 4 not 1/4. Untuk tanda birama 2/4 dapat kita artikan bahwa dalam satu birama terdapat 2 not seperempat dst.

Okeh, sejauh ini lo udah kenalan sama beberapa instrumen dasar dalam musik (tepatnya sih instrumen dalam not balok). Nah, sekarang kita akan masuk kedalam hal yang agak sedikit lebih rumit.

Diatas udah gw bilang, musik barat pada dasarnya tersusun atas dua elemen, yaitu melodi dan akord. Untuk melodi gw rasa lo semua udah ngerti lah. Melodi itu penyusun utama dari musik. Gampangnya bayangin gini, ada seseorang yang lagi nyanyi sambil main gitar. Nah, lagu yang dia nyanyiin itu adalah melodinya sementara bunyi "gonjrang-gonjreng" dari gitarnya itu adalah akordnya.

Sekarang gw akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai pembentukan akord. Tapi, sebelum kesana kita semua harus tau mengenai interval nada. Interval nada ada adalah jarak antar nada. Untuk tangga nada C mayor (c-d-f-e-f-g-a-b-c') kita tau bahwa jarak interval antar nada tersebut adalah 1-1-1/2-1-1-1-1/2). Diantara nada yang memiliki jarak interval 1, pasti terdapat suatu nada yang memiliki bunyi setengah lebih tinggi dari nada sebelumnya. Contoh: diantara nada C dan D terdapat nada C# atau Db. Nah, interval nada ini akan kita berguna dalam mempermudah kita mengerti mengenai pembentukan akord. Untuk lebih jelasnya coba pake keyboard deh -kalo ga ada pianika juga boleh-. Dengan keyboard ketauan tuh interval-intervalnya. Antara tuts putih dengan tuts hitam memiliki interval setengah. Antara dua tuts putih yang diselingi oleh tuts hitam, maka nada dari dua tuts putih tersebut memiliki interval satu. Nah, kalo ada dua tuts putih yang ga diselingi tuts hitam, berarti dua tuts putih tersebut juga memiliki interval setengah. Ngerti kan? pastinya..hehehe..

Nah, akord sebenarnya memiliki berbagai macam varian. Ada akord mayor, minor, diminished, augmented, sustained, dll. Cuman karena ini masih dasar banget, gw cuman bakal ngejelasin mengenai pembentukan akord mayor dan minor aja. *Padahal sebenernya bingung sama akord yang lain.. :D

Okeh, langsung ke akord mayor. Akord mayor pada dasarnya tersusun atas nada-nada yang memiliki interval dua dan satu setengah (2-1 1/2). Jadi, untuk tangga nada C mayor (c-d-e-f-g-a-b-c') apabila kita ingin membentuk akord C mayor, maka kita harus memainkan nada c-e-g. C kita gunakan sebagai nada dasar dan selanjutnya kita cari nada yang memiliki interval 2 dari nada c (nada e). Setelah itu, kita cari nada yang berinterval 1 1/2 dari nada e (nada g). Contoh lain: apabila kita ingin membentuk akord F mayor maka kita harus memainkan nada f-a-c'. Kalo mau bikin akord G mayor gimana? Cari sendiri lah..kan udah tau..haha..

Lanjut ke akord minor. Akord minor merupakan akord yang dibentuk dari nada-nada yang memiliki interval satu setengah dan dua (1 1/2-2). Dari sini bisa dilihat bahwa akord minor merupakan kebalikan dari akord mayor. Untuk tangga nada C mayor (c-d-e-f-g-a-b-c'), maka akord C minornya tersusun atas nada c-eb-g. C kita gunakan sebagai nada dasar, lalu kita cari nada yang berinterval 1 1/2 dari nada c (nada eb). Selanjutnya,cari nada yang berinterval 2 dengan nada eb (nada g). Untuk akord d minor dst silakan dicari sendiri.. :D

Diatas gw bilang bahwa akord minor merupakan kebalikan dari akord mayor. Untuk lebih real-nya, coba aja lo mainin akord C mayor dan C minor. Pasti ada perbedaan nuansa kan? Akord mayor kalo dimaninin bakal memberi kesan lebih ceria daripada akord minor.

Nah, sampai disini lo semua udah tau sama yang namanya not, tanda istirahat, garis paranada, tanda birama, dan juga akord. Yang jelas, ini yang lo baca diatas itu merupakan dasar-dasar musik. Kalo lo bisa ngerti Insya Allah itu bisa jadi tools lo buat main musik yang agak lebih kompleks. Kalo ga terlalu ngerti ya paling ga lo tau darimana sih akord-akord yang ada di buku-buku gitar itu berasal.. :D

Kayaknya cukup disini dulu postingan gw kali ini. Lain kali bakal gw tambahin deh postingan gw mengenai musik ini. Kalo ada waktu, niat, dan tambahan pengetahuan tentunya.. :D

Yo wis, gw cabut dulu..ciao!

Wednesday, June 3, 2009

INFLASI DAN PERTUMBUHAN UANG

Hmm.. Postingan gw kali ini ga akan sama kayak postingan-postingan sebelumnya. Kalo biasanya postingan gw sifatnya ringan dan rada nyampah, maka sekarang gw pengen nge-post sesuatu yang agak serius. Yah, itung2 membagi ilmu yang gw punya lah selama kuliah di FE.

And now, I'll write about two things called:

"THE INFLATION AND ITS RELATION WITH THE MONEY GROWTH BASED ON THE QUANTITY THEORY OF MONEY."

INFLASI

Kita semua pasti pernah denger kan sama istilah yang satu ini. Kalo lo sering denger dan ngikutin berita-berita ekonomi pastinya lo udah familiar banget sama istilah ini. Suka ada tuh di TV, koran, sama radio berita kayak gini "Inflasi bulan ini 4,4 persen, naik 0,5 persen dari bulan sebelumnya."

Sebenernya, Apa Sih Inflasi Itu?
"Inflasi adalah suatu fenomena dalam ekonomi dimana harga-harga barang secara umum naik untuk suatu periode tertentu."
Inflasi sebaiknya dipahami sebagai suatu keadaan dimana harga barang naik karena nilai uang yang merosot, bukan karena nilai barang yang naik. Nilai uang yang merosot berarti kemampuan uang untuk membeli suatu jumlah barang turun.

Contoh: Waktu kecil dulu, dengan uang Rp500,- lo udah bisa beli Coca Cola satu botol. Nah, sekarang lo mesti ngluarin uang Rp2500,- untuk satu botol Coca Cola. Think like this, coca cola dari jaman jebot sampe sekarang kan begitu-begitu aja rasanya. Otomatis orang memandang coca cola dengan nilai yang tetap. So, it's clear that the insight of inflation is more about the value of money than about the value of goods.

THE VALUE OF MONEY AND THE MONEY GROWTH

Diatas kan kita udah tahu kalo yang bikin inflasi terjadi itu adalah kemerosotan nilai uang. Nah, sekarang kita akan bahas lebih jauh mengenai nilai uang.

What Determines The Value of Money?
"Like in many economics phenomenon, it's the demand and the supply which determine the value of money. The equilibrium of money supply and money demand is the actual money value."
Oke, biar ga ribet bayangin aja gini. Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat ditentuin oleh kebijakan pemerintah. Pemerintah menentukan berapa banyak uang yang dicetak dan melalui kebijakan moneter (ga usah lo pikirin kebijakan moneter itu apa, pokoknya itu kebijakan pemerintah) mengontrol uang yang beredar. Jadi, penawaran uang ditentukan oleh kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, masyarakat membutuhkan uang pula untuk membeli barang dan jasa. Banyaknya uang yang dibutuhkan oleh masyarakat ditentukan oleh satu faktor utama, yaitu harga-harga barang yang umum berlaku. Jadi, permintaan uang ditentukan oleh tingkar harga umum yang berlaku dalam masyarakat.

Permintaan dan penawaran akan uang pada sendirinya akan menyebabkan fluktuasi (perubahan) pada jumlah uang yang beredar. Contoh: Ketika pemerintah mencetak uang, maka jumlah uang yang beredar akan berubah menjadi lebih banyak. Pertambahan uang inilah yang disebut dengan MONEY GROWTH. Pertumbuhan uang ini sendiri menyebabkan naiknya harga-harga dan terjadilah inflasi.

Teori kuantitas uang (quantity theory of money) dapat menjelaskan fenomena inflasi dengan lebih detail. Tapi, sebelum mengaitkan pertumbuhan uang dengan teori kuantitas uang, kita perlu tahu 2 konsep dasar ekonomi, yaitu Classical Dichotomy and Monetary Neutrality.

Classical Dichotomy:
"Teori yang membagi variabel dalam ekonomi menjadi 2, yaitu variable nominal dan variable riil. Variabel nominal adalah variabel2 yang dapat diukur dengan satuan moneter (uang). Sebagai contoh harga barang. Sementara itu, variabel riil adalah variabel yang diukur dalam satuan selain satuan moneter. Sebagai contoh pengangguran. Kita mengukur pengangguran dengan satuan orang."
Monetary Neutrality:
"Konsep yang mengatakan bahwa kebijakan yang menyebabkan jumlah uang beredar berubah tidak memengaruhi variabel riil secara langsung."
Sekarang, setelah kita tahu tentang nilai uang, pertumbuhan uang, dan juga konsep classical dichotomy dan monetary neutrality, maka kita akan mencoba memahami hubungan semua hal-hal diatas dalam sebuah teori yang bernama Teori Kuantitas Uang (The Quantity Theory of Money)

THE QUANTITY THEORY OF MONEY

Apa sih Quantity Theory of Money itu?
"A theory asserting that the quantity of money available determines the price level (the value of money) and that the growth rate in the quantity of money available affect the inflation rate"
Teori kuantitas uang secara singkat dapat dijelaskan dengan persamaan:
"MxV=PxY"
M=Jumlah uang yang beredar (variabel nominal)
V=Kecepatan uang beredar (variabel riil)
P=Tingkat harga yang berlaku (variabel nominal)
Y=Jumlah barang dan jasa yang diproduksi (variabel riil)
note: Kecepatan uang beredar (V) relatif stabil dalam jangka pendek maupun panjang.

Bagaimana Teori Kuantitas Uang Menjelaskan Hubungan Antara Inflasi dan Pertumbuhan Uang?

Agar lebih mudah, kita akan langsung masuk ke contoh:
Asumsikan pada awalnya jumlah uang yang beredar (M) adalah Rp4000,-. Lalu kecepatan uang (V) dan j
umlah barang dan jasa yang diproduksi (Y) berturut-turut adalah 1000 dan 2000. Sementara itu, tingkat harga yang berlaku (P) adalah Rp2000,-. Dari sini kita dapat persamaan:
"MxV=PxY"
"4000x1000=2000x2000"
Sesuai note diatas, kecepatan uang beredar (V) relatif stabil dalam jangka waktu panjang maupun pendek, dalam contoh ini 1000. Oleh karena itu, ketika pemerintah menambah jumlah uang yang beredar (M), sebagai contoh dari Rp4000 menjadi Rp8000, maka perubahan ini akan diikuti secara proporsional oleh sisi "PxY". According to the classical dichotomy and the monetary neutrality concept, Y is a real variable. We measure Y not in terms of money. Jadi, perubahan proporsional pada PxY dicerminkan oleh perubahan P saja (dari 2000 menjadi 4000) dan Y tidak berubah (2000). Dengan demikian kita dapat:
Persamaan awal
"MxV=PxY"
"4000x1000=2000x2000"

Perubahan
"MxV=PxY"
"8000x1000=4000x2000"
Jadi, jelaslah bahwa pertambahan jumlah uang beredar (money growth) menyebabkan naiknya harga-harga barang (inflasi).